Jumat, 10 Juli 2015

Cinemags



Sebelumnya saya sempat mengoleksi beberapa majalah sebagai referensi bacaan maupun desain. Namun entah kenapa beberapa majalah tersebut sudah tidak beredar lagi. Setelah itu saya mencari lagi majalah yang saya suka mulai dari konten sampai layout desainnya. Dan pilihan jatuh pada majalah cinemags.

Sebenarnya sudah lama saya mengetahui keberadaan majalah ini namun tidak pernah meliriknya.. hehehe. Sampai pada sekitar tahun 2012-2013, tempat saya bekerja waktu itu (di CMC Bina Nusantara Group) sempat bekerja sama dengan cinemags sebagai media promosi jurusan film milik Binus International dan memasang iklan di majalah tersebut. Saat itu kantor kami jadi sering dikirimkan majalah cinemags dan saya mulai tertarik karena melihat cinemags edisi spesial Iron Man 3. Edisi spesial tersebut sangat luar biasa eksekusinya sampai-sampai ingin saya bawa pulang tapi tidak diperbolehkan oleh kantor (padahal edisi lainnya boleh dibawa pulang… hahaha). Sejak itu saya mulai membeli majalah cinemags meski hanya membeli edisi yang saya suka saja. 

Secara tampilan, covernya didesain dengan sangat menarik dan minim tulisan. Biasanya covernya menampilkan logo dan poster/gambar official film-film yang sedang dibahas sehingga tampak elegan tanpa tulisan preview isi majalah. Preview isi majalahnya mereka cantumkan di media sosial sehingga audience dapat melihatnya apabila tergabung dalam grup ataupun page facebooknya. Jadi meskipun tidak menampilkan preview isinya di cover majalahnya, audience dapat melihatnya di media sosial. Dengan cara ini tampilan cover majalah dapat terlihat clean dan elegan sehingga sangat berbeda dengan majalah pada umumnya. Selain itu tiap edisinya memberikan bonus poster dan bookmark film-film terupdate, menjadikan majalah ini layak diburu tiap bulannya dibanding majalah pesaing. 

Bookmark 1





Bookmark 2












Poster
Lalu pada tahun 2013 saya juga sempat iseng-iseng untuk berpartisipasi mengikuti event photo contest yang diselenggarakan dalam rangka merayakan ulang tahun cinemags ke 13. Ide fotonya berdasarkan dari angka 13 itu sendiri yang konon merupakan angka “sial”. Konsepnya saya buat menjadi seperti poster film psychological thriller yang kebetulan memang genre favorit saya. 

Eksekusinya saya buat foto diri saya yang dibalut majalah cinemags (apapun eksekusinya majalah ini harus tampil dalam karya) dan kemudian diikat dan digantung seperti film-film thriller. Maksud visualnya sih cinemags telah berhasil mengikat pembacanya selama 13 tahun dan yang diikat tampak semakin tertantang karenanya. Yah… seperti menonton film horror atau thriller, udah tau menakutkan tapi tetap saja ditonton karena tertantang dan penasaran :p

Ternyata mengikuti photo contest ini menjadi iseng-iseng berhadiah buat saya. Saya menjadi pemenang dalam photo contest tersebut dan berhak mendapatkan sepeda wim cycle (dipublish di cinemags edisi #173 tahun 2013 dan edisi #174 tahun 2014). Angka 13 yang katanya angka sial itu memang cuma mitos, buktinya saya beruntung di acara ini… hehehe.
 

Selain majalah regular, yang membuat cinemags semakin menarik di mata saya adalah edisi spesialnya. Ada sekitar 2-3 kali edisi special cinemags di tiap tahunnya. Edisi spesial ini dibuat dengan eksekusi yang lebih ‘wah’ dibanding edisi regulernya. Edisi special ini limited edition, karena selain dieksekusi dengan lebih kreatif, konten film blockbuster yang sedang dibahas juga dibuatkan secara detail. Belum lagi ditambah dengan bonus-bonus tambahan lain yang membuat edisi special ini layak diburu meskipun harganya 2x lebih mahal dibanding edisi regular.

Special Edition Promo 2014










Special Edition Promo 2015

Informasi berbagai promo terkait penerbitan edisi special ini dipublikasikan di media social seperti Facebook, Twitter, dan Line. Edisi ini agak sulit didapat karena distribusinya tidak luas. Untuk mendapatkannya harus PO melalui admin terlebih dahulu, itu pun agak lama pengirimannya. Untungnya karena saya tinggal di Jakarta, saya bisa secara khusus mendatangi kantor cinemags untuk membeli edisi spesialnya sebelum kehabisan. Sampai saat ini saya hanya mendapatkan edisi spesialnya The Hobbit: The Desolation of Smaug, The Amazing Spiderman 2, Transformers : Age of Extinction, The Fast and The Furious 7, dan The Avengers : Age of Ultron. 


Sayangnya sejak per tahun 2015 ini saya perhatikan kualitas cinemags mulai menurun. Mulai dari desain, konten, cetakan, kreatifitas, sampai halaman pun berkurang. Termasuk kualitas edisi spesialnya kali ini juga agak monoton. Entah kena imbas perekonomian tahun ini yang agak “carut marut” sehingga mereka harus “berhemat” atau karena hal lain saya tidak tahu. Yang pasti saya berharap agar cinemags mampu bertahan dari kondisi ini dan tetap menjadi majalah film yang berkualitas.

Minggu, 12 Januari 2014

Hujan di Taman Langsat

Hujan. Ya, hujan memiliki keindahannya sendiri. Dingin, namun indah.
Pada tanggal 22 desember 2013 di taman langsat, ada kegiatan Charity Photo Hunting yang diselenggarakan oleh T.A.S Studio. Sebenarnya memilih taman langsat sebagai acara foto di musim hujan merupakan tindakan yang cukup nekad, karena di sana tidak ada tempat indoor sebagai alternatif lokasi apabila hujan turun.

Dan benar saja, hujan turun di sepanjang hari itu. Saya dan teman-teman fotografer yang lain memiliki trik masing-masing untuk menjepret model sambil menjaga kameranya dari serangan air hujan. Ada yang mundur takut kameranya rusak, ada yang tetap nekad memotret sambil melindung kameranya. Saya sendiri berhasil melindungi kamera saya dengan dibalut jaket dan tetap memotret. Meskipun diri saya tidak terlindungi yang penting kamera aman (dan besoknya masuk angin... hahaha). 

Sepertinya sang hujan memang ingin menggoda kami dengan tempo turunnya yang tak terduga. Cerah - tiba-tiba hujan deras - gerimis - cerah - deras lagi - gerimis - cerah - hujan lagi. Seru juga memotret sambil main kucing-kucingan dengan hujan. Berikut beberapa hasil jepretan melalui eos 450d dan lensa 55-250mm yang telah diedit. Ga banyak yang bagus sih tapi enjoy ajalah :D

Senin, 12 Agustus 2013

@Jakarta Sepi VIII

Pertama kalinya saya mencoba lensa canon 55-250mm ini di acara Jakarta Sepi VIII yang digagas oleh fotografer.net pada saat musim mudik lebaran kemarin. Meski nama acaranya Jakarta Sepi, namun ada ratusan fotografer yang ikut serta dalam acara hunting tersebut.

Kebetulan lebaran tahun ini saya tidak mudik jadi saya bisa ikut acara yang menyenangkan ini. Apalagi ada beberapa orang model yang bersedia difoto beramai-ramai yang membuat saya makin bersemangat untuk memotret.

Pertama kali juga saya memotret keroyokan seperti itu. Seru juga sih karena hoki2an mendapatkan angle dan ekspresi model yang pas. Feel-nya berbeda saat saya mencoba motret hanya berdua dengan sang model seperti eksperimen sebelumnya. Apalagi lensa 55-250mm ini termasuk lensa tele jadi saya perlu mengambilnya dari jarak yg agak jauh sehingga modelnya terhalang oleh fotografer lainnya. Yang bisa saya ambil paling cuma portrait si modelnya doang.

Dengan kondisi semi-candid seperti itu tidak banyak jepretan saya yang bagus. Mungkin juga karena emang sayanya yang belum begitu mahir, jadi tidak banyak yang bisa saya tampilkan di sini.



Tapi untuk pengalaman pertama menggunakan lensa tersebut, buat saya hasil yang didapat cukup lumayan. Dan sekarang bersiap-siap untuk mencoba lebih banyak lagi  :D

Minggu, 07 April 2013

BULETiN: layout, design, pencapaian dan perpisahan

Buletin adalah salah satu media internal terbitan Binus Media Group yang membahas khusus mengenai kehidupan kampus Binus University, sebagai media informasi dari dan untuk Binusian. Kebetulan saat awal bergabung saya ditunjuk begitu saja untuk menangani desain Buletin ini dibanding teman-teman yang lain.

Job desk saya waktu itu (sampai saat ini) adalah menangani berbagai macam keperluan desain promo mulai dari event, branding sampai urusan jualan. Sebenarnya tim Binus Media Group sendiri belum begitu kuat karena keterbatasan SDM, jadi mereka membutuhkan desainer dari "tetangga sebelah" yaitu saya yang kebetulan dari divisi yang berbeda.

Buletin Format Lama

Pada awalnya, saya harus menyesuaikan diri dengan template dari desain sebelumnya. Ternyata banyak sekali peraturan yang harus saya patuhi mengenai layout desainnya. Misalnya pada cover harus ada header Binus berwarna biru tua yang ngeblock di bagian atas, logo Buletin di bawah header tapi harus di kanan, lalu ada iso di bagian kanan bawah. Semuanya sudah paten jadi tidak boleh diganggu gugat.

Saya sadar bahwa hal ini tidak bisa saya ubah dalam waktu singkat, apalagi template ini sudah berjalan cukup lama. Namun secara perlahan saya tetap mengarahkan style desainnya menjadi lebih seru dan modern dibanding sebelumnya. Layoutnya saya rapihkan karena Buletin setebal 32 halaman ini cukup banyak artikel yang harus masuk jadi saya harus mengakali layoutnya yang terlihat penuh agar tetap menarik.

Perubahan desain terus dikembangkan sejak 2011 secara perlahan sehingga lama kelamaan para atasan terbiasa atau tepatnya tidak sadar kalau desainnya sedang mengalami perubahan (peraturan desain sebelumnya tidak seperti ini, dan saya melanggar dengan sukses :p). Sampai akhirnya kami merasa pede mengikutsertakan salah satu edisi Buletin untuk ikut ajang Indonesia Inhouse Magazine Award (InMA) 2012.

Beruntung, Buletin edisi November-Desember 2011 meraih medali emas di ajang tersebut untuk kategori The Best of University Inhouse Magazine. Selasa malam, tanggal 7 februari 2012 di Jambi, penghargaan yang diserahkan oleh ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Dahlan Iskan tersebut membuat kami semakin pede untuk terus mengembangkan buletin.

Buletin Format Baru

Mulai edisi maret-april 2012, buletin mengubah formatnya menjadi selayaknya majalah. Sayangnya nama dan logo Buletin tidak diubah karena alasan tertentu, namun logo Buletin dibuat berdiri sendiri (header Binus dan iso tidak ditampilkan lagi). Jumlah halaman pun ditambah menjadi 60 halaman. Yup, nambah kerjaan lagi deh :p

Tim belum bertambah, masih personil lama. Pekerjaan utama saya makin terbengkalai. Tapi tugas tetap tugas, harus bisa menyelesaikan semuanya dengan baik. Lagipula buletin merupakan proyek yang cukup menyenangkan, kadang saya lebih menikmati mengerjakan buletin dibanding pekerjaan utama saya :p

Dengan format baru ini, rubrikasi buletin jadi lebih bervariasi. Layoutnya pun jadi sedikit lebih "lega" tidak sesumpek format lama. Buletin benar-benar menjadi majalah sekarang, majalah Buletin (aneh ya? ini Buletin apa majalah :p)

Setelah menerbitkan beberapa edisi dengan format baru, Buletin kembali kami ikutsertakan dalam ajang InMA 2013. Tidak tanggung-tanggung, pada jumat malam 8 februari 2013 di Manado, ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Dahlan Iskan mempercayakan Buletin untuk membawa pulang dua piala sekaligus yaitu Gold Winner untuk edisi Mei-Juni 2012 dan Silver Winner untuk edisi November-Desember 2012 kategori The Best of University Inhouse Magazine.

Anehnya, perasaan kami pada saat mendapatkan dua piala ini terasa biasa-biasa saja, tidak seperti pada saat pertama kali yang rasanya heboh luar biasa. Mungkin waktu itu masih norak, atau mungkin memenangkan sesuatu dari ajang yang sama membuat kebanggaannya berkurang, saya tidak tau. Yang jelas perasaan itu berbeda.

Kini per bulan maret 2013, Buletin bukan kami lagi yang mengerjakan. Ada desainer dan tim baru yang secara khusus mengerjakan ini. Binus Media Group telah berubah menjadi Binus Media Publishing, yang tak hanya menerbitkan majalah-majalah internal namun juga menerbitkan buku-buku pendidikan. Sekarang saya bisa dengan fokus mengerjakan pekerjaan utama saya. Semoga saja tim yang baru bisa melampaui apa yang pernah kami lakukan. (Bye-bye) BULETiN :)